Menahan Amarah dan Penuh Kasih Sayang

Discussion in 'Digital Photography' started by Jelajah Sejati, Nov 11, 2006.

  1. Menahan Amarah dan Penuh Kasih Sayang (www.mediamuslim.info)

    Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang
    rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba
    menghadapi masalah hidupnya dega kemarahan dan emosional, akan
    tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan
    perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta'ala dan rasul-Nya. Dan
    jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya,
    niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan
    kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta'ala dan
    makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya
    Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan
    orang lain dan dirinya sendiri.

    Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan
    menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu
    perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah
    terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan
    akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.

    Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj
    Abdul Qais dengan sabdanya : "Sesungguhnya pada dirimu ada dua
    perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan
    ketenangan (tidak tergesa-gesa)". (HR. Muslim)

    Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah
    menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi
    dirinya ataupun orang lain. Padahal rasulullah sudah mengingatkan dari
    sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda
    kepada seorang sahabat yang meminta nasehat : " Janganlah kamu
    marah." Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda :
    "Janganlah kamu marah". (HR. Bukhari). dari hadits ini diambil
    faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan
    dan kejahatan, sehingga rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu
    agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak.
    Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu
    yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara,
    mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak
    terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dati kelemahlembutan.

    Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam
    bersabda : "Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat,
    akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah".
    (Muttafaqqun'alahi).

    Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang
    tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu :

    *
    Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya
    ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari
    diri manusia. Allah ta'alah berfirman: "Berdoalah kalian kepadaku
    niscaya akan aku kabulkan." (Ghafir: 60)
    *
    Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran,
    bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan
    bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah.
    Allah berfirman : "Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi
    tenteram" ( Ar-Ra'd : 28).
    *
    Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan
    balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda
    nabi shalallahu 'alaihi wasallam : " Barangsiapa yang menahan
    amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari
    kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga
    menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya
    dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya " (HR. Tirmidzi, Ibnu
    Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami' No.
    6398).
    *
    Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan
    berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka
    hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi
    wa sallam : " Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan
    ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah
    reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum
    hendaklah ia berbaring." (Al-Misykat 5114).
    *
    Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan
    membangkitkan kemarahannya.

    Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan
    betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan
    kelemahlembutan dan kasih sayang, karena tidaklah kelemahlembutan
    berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya
    bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan
    menjelekkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : "
    Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan
    membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan
    menjadikannya jelek." (HR. Muslim).


    www.mediamuslim.info
     
    Jelajah Sejati, Nov 11, 2006
    #1
    1. Advertising

  2. Jelajah Sejati

    Stewy Guest

    In article <>,
    "Jelajah Sejati" <> wrote:

    > Menahan Amarah dan Penuh Kasih Sayang (www.mediamuslim.info)
    >

    etc....

    Could you pass that by me again in English?
     
    Stewy, Nov 12, 2006
    #2
    1. Advertising

  3. Jelajah Sejati

    Cgiorgio Guest

    Cgiorgio, Nov 12, 2006
    #3
    1. Advertising

Want to reply to this thread or ask your own question?

It takes just 2 minutes to sign up (and it's free!). Just click the sign up button to choose a username and then you can ask your own questions on the forum.
Similar Threads
  1. Dave
    Replies:
    2
    Views:
    1,007
    Dan Lanciani
    Jul 15, 2003
  2. Rudi Carl De  Beer

    even testen en dan mauwen

    Rudi Carl De Beer, Oct 25, 2003, in forum: Computer Support
    Replies:
    0
    Views:
    666
    Rudi Carl De Beer
    Oct 25, 2003
  3. gwtc

    Moz Champion Dan status

    gwtc, Jun 5, 2006, in forum: Firefox
    Replies:
    5
    Views:
    547
    R Hickey
    Jun 7, 2006
  4. DVD Verdict
    Replies:
    0
    Views:
    500
    DVD Verdict
    Jun 9, 2006
  5. Rob Slade, doting grandpa of Ryan and Trevor

    REVIEW: "Forensic Discovery", Dan Farmer/Wietse Venema

    Rob Slade, doting grandpa of Ryan and Trevor, Sep 14, 2005, in forum: Computer Security
    Replies:
    0
    Views:
    586
    Rob Slade, doting grandpa of Ryan and Trevor
    Sep 14, 2005
Loading...

Share This Page